Efektivitas Hukum Pendamping Saksi Pada Proses Penyelidikan Tindak Pidana Korupsi di Polda Jambi

Angga Marchilino, Nuraini Zahman, Fatriansyah Fatriansyah

Abstract


In principle, the status of witnesses during the preliminary investigation stage is governed by the Criminal Procedure Code (KUHAP). To be designated as a witness, an individual must meet specific criteria; essentially, a witness is someone who has directly heard, personally seen, or personally experienced an event or criminal case. This study aims to examine and analyze the implementation of witness assistance during the preliminary investigation of corruption cases at the Jambi Regional Police (Polda Jambi), as well as the obstacles encountered in this process. The study employs an empirical juridical—or socio-legal—research method, gathering data from primary sources. The findings indicate that witness assistance during the preliminary investigation of corruption cases at Polda Jambi plays a strategic role in safeguarding witness rights and ensuring that law enforcement proceeds in accordance with the principles of justice, legal certainty, and respect for human rights. During the preliminary investigation stage—which is both initial and sensitive—witnesses are often in a vulnerable position, particularly if they share a structural or hierarchical relationship with the suspected perpetrator. The presence of legal counsel serves to provide legal protection, ensure that testimony is given freely without coercion, and oversee the examination process to ensure compliance with criminal procedural law and the principles of due process. However, the implementation of witness assistance still faces various obstacles. Structural obstacles are evident in the weak coordination between institutions and the absence of an integrated Standard Operating Procedure (SOP) for assisting witnesses in corruption cases from the preliminary investigation stage onwards. Substantive obstacles arise from the inconsistent application of the right to witness assistance and limited funding for legal aid. Cultural obstacles relate to the perspectives of law enforcement officials and a culture of fear among witnesses, while technical obstacles include limited examination facilities and complex protection procedures involving the Witness and Victim Protection Agency (LPSK).

Keywords


Accompanying person, witness, corruption case

Full Text:

PDF

References


A. Buku-Buku

Adnan Buyung Nasution, Bantuan Hukum, Akses Masyarakat Marginal Terhadap Keadilan, Edisi ke-3, Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta, 2017.

Andi Muhammad Sofyan dan Abd. Aziz, Hukum Acara Pidana, Edisi Pertama, Kencana, Jakarta, 2014.

Asikin zainal, Pengantar Tata Hukum Indonesia, Rajawali Press, Jakarta, 2012.

A. Masyhur Effendi, Perkembangan Dimensi Hak Asasi Manusia (HAM) & Proses Dinamika Penyusunan Hukum Hak Asasi Manusia (HAKHAM), Ghalia utama, Bogor, 2005.

Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, Radja Grafindo Persada, Jakarta, 2001.

Bambang Waluyo, Pidana dan Pemidanaan, Cetakan Kedua, Penerbit Sinar Grafika, Jakarta, 2004.

Barda Nawawi Arief, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana (Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru), Prenadamedia Group, Jakarta, 2016.

C. Maya Indah S, Perlindungan Korban Suatu Perspektif Viktimologi dan Kriminologi, Kencana, Jakarta, 2014.

C.S.T Kansil, Kamus Istilah Hukum, Gramedia Pustaka, Jakarta, 2009.

Georgy R Terry, Prinsip-prinsip Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta, 2013.

Ishaq, Pendidikan Keadvokatan, Edisi kedua, Sinar Grafika Jakarta, 2010.

Leden Marpaung, Proses Penanganan Perkara Pidana Penyelidikan Dan Penyidikan, Penerbit Sinar Grafika, Edisi Kedua, Cetakan pertama, Jakarta, 2009.

Kenedi, John, Perlindungan Saksi dan Korban (Studi Perlindungan Hukum Korban Kejahatan dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia), Pustaka Pelajar, Yoyakarta, 2020.

M. Husein Harun, Penyidik dan Penuntut Dalam Proses Pidana, PT Rineka Cipta, Jakarta, 1991.

Peter Mahmud Marzuki, Pengantar Ilmu Hukum, Kencana, Jakarta, 2008.

Rianto Adi, Metode Penelitian Sosial dan Hukum, PT Grafika, Jakarta, 2004.

Riduan Syahrani, Rangkuman Intisari Ilmu Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1999.

R. Abdoel Djamali, S.H., Pengantar Hukum Indonesia, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1996.

Sadjijono, Memahami Hukum Kepolisian, Laksbang Pressindo, Yogyakarta, 2010.

Siti Aminah, Panduan Bantuan Hukum di Indonesia, Edisi Kedua, Yudistira, Semarang, 2009.

Soeryono Soekarto, Pengantar Penelitian Hukum, UI Press, Jakarta, 1984.

Soeroso, Pengantar Ilmu Hukum, PT. Sinar Grafika, Jakarta, 2001.

Sugiharto, Sistem Peradilan Pidana Indonesia, Cet. Kedua, Unissula Press, Semarang, 2012.

W., J., ,S., Poerwaarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 2003.

Yesmil Anwar & Adang, Pembaharuan Hukum Pidana: Reformasi Hukum Pidana, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2008.

Yulia, Rena, Viktimologi Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2013.

B. Jurnal, Artikel dan Internet

Mutia Hafina Putri, Akhmad Munawar dan Muhammad Aini, “Proses Penyidikan

Dalam Sistem Peradilan Pidana”, Rewang Rencang : Jurnal Hukum Lex Generalis, Vol. 4, No. 7 (2023). Hal. 1-24.

Pasha, K. Rezkia, A. Munawar dan L. Y. Rahmathoni, “Kepastian Hukum dalam Sistem Praperadilan Pidana terhadap Saksi Pelaku Tindak Pidana Korupsi”, Jurnal Hukum Lex Generalis, Vol. 5. No. 7 (2024).

C. Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945

Kitab Undang-Undang Pidana (KUHP)

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

Undang-UndangNomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi Dan Korban

Undang-UndangNomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/legalitas.v18i1.1387

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Legalitas: Jurnal Hukum Published by Program Magister Ilmu Hukum Universitas Batanghari Jambi
Adress: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum, Program Magister Ilmu Hukum, Jl. Slamet Ryadi, Kec. Telanaipura, Broni-Jambi, Kodepos: 36122, email: legalitas.unbari[at]gmail.com

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.