Mekanisme Pembentukan Peraturan Nagari yang Baik (Studi di Nagari Gurun Panjang Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat)

Besse Patmawanti, Naldi Gantika

Abstract


This research is descriptive analytic. The method uses in this research is the normative and juridical empiric method. This research is done in Nagari Gurun Panjang Disctrict of Bayang South Pesisir Regency West Sumatera. The techbique of collecting data is interview and document study. Then, the data analyzed qualitatively in descriptive analysis form. The results of research show that: (1) the nagari regulation formed by governance of nagari, consist of BAMUS nagari together walinagari. The existence of nagari regulation in the regulation admitted as one of legal law; (2) the governance of nagari Gurun Panjang has authority and manage his household itself, included in the forming of nagari regulation. The proposal of making nagari regulation can be from walinagari and then discussed between walinagari and BAMUS nagari. After approfing, the nagari regulation then brought by the head of BAMUS nagari to walinagari to be approved (and given to head of regency though head of district; (3) a nagari regulation constists of some parts arranged in a framework. The framework of a nagari regulation concits of six parts; title, introduction, content, closing, explanation (if needed), and attachment (if needed).  

Keywords


Mechanism; Forming; Nagari Regulation

Full Text:

PDF

References


Buku

Alfar Arbi, Sistem Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, (Padang: Angkasa, 1999).

Deddy Supriady Bratakusumah, Otonomi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Cet ke-3 (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, Juni 2002).

Farid Ali, Metode Penelitian Sosial dalam Bidang Ilmu Administrasi Negara dan Pemerintahan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997)

Inu Kencana Syafi’i, Sistem Pemerintahan Indonesia dari Orde Lama Hinggga Era Reformasi, Jakarta: Rineka Cipta, 2007).

Marbun, “Peradilan Administrasi dan Upaya Administratif di Indonesia”, Cet ke-1 (Yogyakarta: Liberty,1997).

Otong Rosadi, Hukum Tata Negara Indonesia; Teori dan Praktek, (Naskah Untuk Program Penulisan Buku Teks Perguruan Tinggi), (Padang: Fakultas Hukum Universitas Ekasakti, 2004).

Ronny Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Cetakan Kelima, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1994).

Soerjono Soekanto, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004).

Jurnal

Amrah Muslimin, Otonomi Daerah: Antara Cita dan Realita, Jurnal Sosial Politik Dialektika, Vol. 29 No. 29 (Juli 2009).

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Negara Republik Indonesia yang telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Nagari.

Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 9 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Nagari.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/legalitas.v12i2.208

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Legalitas: Jurnal Hukum Published by Program Magister Ilmu Hukum Universitas Batanghari Jambi
Adress: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum, Program Magister Ilmu Hukum, Jl. Slamet Ryadi, Kec. Telanaipura, Broni-Jambi, Kodepos: 36122, email: legalitas.unbari[at]gmail.com

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.